Kamis, 03 April 2014

PERANCANGAN BASIS DATA MENGGUNAKAN E-R DIAGRAM MANUAL



LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA
MODUL 3
PERANCANGAN BASIS DATA
MENGGUNAKAN E-R DIAGRAM MANUAL




Disusun oleh:
Nama          : Niski Robi Shahar
NIM            : L200120021
Kelas           : B



JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014



A.  Tujuan
1.        Mahasiswa mampu merancang basis data melalui tahap - tahap perancangannya.
2.        Mahasiswa mampu mewujudkan hasil perancangan basis data ke dalam diagram E-R secara manual

B.   Landasan Teori

Hubungan dapat dimodelkan secara :
1.        Kumpulan dari entity (entitas)
2.        Hubungan antar entity (entitas)

a. Entity Sets

Entity adalah suatu obyek yang dapat dikenali dari objek yang lain.
Contoh : seseorang yang khusus,perusahaan, peristiwa, tanaman dan lain – lain. Entity mempunyai atribut, contoh : seseorang mempunyai nama dan alamat. Kumpulan entity adalah suatu kumpulan entity dengan tipe yang sama yang berbagi properti yang sama pula. Contoh : kumpulan orang, perusahaan, tanaman, tempat hiburan dan lain – lain.

b.  Attributes

Entity ditampilkan oleh sekumpulan attribute, yang mana properti deskriptifnya dikuasai oleh seluruh anggota dalam kumpulan entity.
Tipe attribute:
1.  Simple (sederhana) dan composite (gabungan) attributes.
2. Single-valued (satu-fungsi) dan multi-valued (multi-fungsi) attributes.
Contoh : attribute multi-fungsi : nomor telephone.
3. Derived (asal) attributes : dapat diperhitungkan dari attribute lain.
Contoh : umur, tanggal kelahiran.

  c.  Relationship Sets

Relationship adalah kesesuaian antar beberapa entity. Relationship set adalah hubungan matematika antara entity n>2, tiap bagiannya diambil dari satuan entity {(e1, e2, … en) | e1 € E1, e2 € E2, …, en € En} dimana (e1, e2, …, en) adalah relationship. Attribute dapat merupakan property dari relationship set.

  d. Tingkatan Relationship Sets
Mengacu pada jumlah entity sets yang terlibat dalam relationship set. Relationship sets yang melibatkan dua entity sets adalah binary (atau tingkat dua).
Umumnya, hampir semua relationship sets dalam system database adalah binary.
Relationship sets mungkin melibatkan lebih dari dua entity sets.
Contoh : misal seorang pegawai bank bekerja (bertanggung jawab) dalam beberapa cabang, dengan tugas yang berlainan dalam setiap cabang yang berlainan pula. Maka di sini terdapat relationship set ternary antara entity sets pegawai (employee), tugas (job) dan cabang (branch).
Relationships antara lebih dari dua entity sets sangat jarang.
e.  Mapping Cardinalities (Kardinalitas Pemetaan)
Mengungkap jumlah entitas ke entitas yang lain bisa dihubungkan melalui relationship set. Cardinalitas pemetaan paling banyak digunakan dalam menggambarkan relationship set biner. Untuk relationship set biner cardinalitas pemetaan harus merupakan salah satu tipe berikut:
1.      One to one (satu ke satu)
2.      One to many (satu ke banyak)
3.      Many to one (banyak ke satu)
4.      Many to many (banyak ke banyak)
f. ERD (Entity Relationship Diagram)
Mencerminkan model database: hubungan antara entities (table-tabel) dan relationships (hubungan-hubungan) diantara entities tersebut.

g.   Aturan untuk Model Database
1. Tiap baris harus berdiri sendiri (independent): tidak tergantung baris-baris yang lain, dan urutan baris tidak mempengaruhi model database.
2. Tiap baris harus unik: tidak boleh ada 2 atau lebih baris yang sama.
3. Kolom harus berdiri sendiri (independent): tidak tergantung kolom-kolom yang lain, dan urutan kolom tidak mempengaruhi model database.
4. Nilai tiap kolom harus berupa satu kesatuan: tidak berupa sebuah daftar.
h.  Tahap Pembuatan Database
1.      Tentukan Entities
2.      Tentukan Attributes
3.      Tentukan relationships
4.      Pembuat ERD
5.      Proses normalisasi database
6.      Implementasi Database

C.  Alat dan Bahan
1.    Komputer dengan koneksi internet
2.    Program Lucidchart (Program Online)
3.    Modul Praktikum Sistem Basis Data

D.   Langkah Kerja
Rancanglah sebuah database untuk menyelesaikan masalah berikut:
Suatu perusahaan software diminta membuatkan basis data yang akan menangani data-data perbankan. Data-data yang ditanganinya adalah: data pribadi mengenai nasabah, data account deposit yang dimiliki oleh nasabah, cabang bank di mana nasabah membuka depositnya, dan data transaksi yang dilakukan nasabah. Nasabah boleh mempunyai lebih dari satu account deposit, dan satu account deposit boleh dimiliki oleh lebih dari satu nasabah sekaligus (join account).
Langkah – langkah perancangan database perbankan :
1.    Menentukan entities (object-object dasar) yang perlu ada didatabase.
a.    Nasabah           : menyimpan semua data pribadi semua nasabah.
b.    Rekening         : menyimpan informasi semua rekening yang telah dibuka
c.    Cabang_bank  : menyimpan informasi tentang semua cabang bank
d.   Transaksi         : menyimpan informasi tentang semua transaksi yang telah terjadi
2.   Menentukan attributes (sifat-sifat) mesing-masing entity sesuai kebutuhan database.
a.    Nasabah
·      id_nasabah              : nomor id untuk nasabah (integer) PK
·      nama_nasabah         : nama lengkap nasabah (varchar(45))
·      alamat_nasabah       : alamat lengkap nasabah (varchar(255))
b.    Rekening
·      no_rekening            : nomor rekening (integer) PK
·      pin                           : Personal Identification Number (varchar(10))
·      saldo                       : Jumlah saldo rekening dalam Rp (integer)
c.    Cabank_bank
·      kode_cabang           : kode untuk cabang bank (varchar(10)) PK
·      nama_cabang          : nama lengkap cabang bank (varchar(20))
·      alamat_cabang        : alamat lengkap cabang bank (varchar(255))

d.    Transaksi
·      no_transaksi            : nomor transaksi (integer) PK
·      jenis_transaksi         : kredit atau debit (varchar(10))
·      tanggal                    : tanggal terjadinya transaksi (date)
·      jumlah                     : besarnya transaksi dalam Rp (integer)

3.    Menentukan relationship (hubungan) diantara entities tersebut.
 

Nasabah
Rekening
Cabang_bank
Transaksi
Nasabah
-
m : n
-
1 : n
Rekening

-
n : 1
1 : n
Cabang_bank


-
-
Transaksi



-








Hubungan
a.    nasabah memiliki rekening :
·      Tabel utama : nasabah, rekening
·      Tabel kedua : nasabah_has_rekening
·      Relationship : Many-to-many (m : n)
·  Attribute penghubung : id_nasabah, no_rekening (FK id_nasabah, no_rekening, dinasabah_has_rekening)
b.    nasabah melakukan transaksi :
·      Tabel utama : nasabah
·      Tabel kedua : transaksi
·      Relationship : One-to-many (1 : n)
·      Attribute penghubung : id_nasabah, (FK id_nasabah, di transaksi)
c.    cabang_bank menangani rekening :
·      Tabel utama : cabang_bank
·      Tabel kedua : rekening
·      Relationship : One-to-many (1 : n)
·      Attribute penghubung : kode_cabang (FK kode_cabang di rekening)
d.    rekening terlibat dalam transaksi :
·         Tabel utama : rekening
·         Tabel kedua : transaksi
·         Relationship : One-to-many (1 : n)
·      Attribute penghubung : no_rekening (FK no_rekening, di transaksi)

4.    Menggambar E-R Diagram Manual :




 











 
                 
E.  Analisa
Dari percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa membuat database dengan E-R Diagram lebih mudah dan praktis untuk digunakan. E-R Diagram memudahkan menghubungkan hubungan data yang satu dengan data yang lain.
Untuk membuat E-R diagram ada 4 tahap yang harus dilakukan, yaitu
1.    Menentukan entitas
2.    Menentukan attribute
3.    Menentukan relationship
4.    Menggambar E-R diagram.


F.  Tugas
1.    Buatlah rancangan sebuah database untuk menangani data-data kuliah. Data-data yang akan ditanganinya adalah: data pribadi mengenai mahasiswa, data pribadi mengenai dosen, data mata kuliah dan data ruang kelas. Mahasiswa boleh mengambil lebih dari satu mata kuliah, dan satu mata kuliah boleh diambil oleh lebih dari satu mahasiswa sekaligus (joint account).
Buatlah ER Diagram manual untuk kasus tersebut dari tahap 1 sampai tahap 4!
a.    Menentukan entitas
·      Mahasiswa : menyimpan semua data mahasiswa
·      Dosen          : menyimpan semua data pribadi dosen
·      Mata kuliah : menyimpan informasi tentang semua mata kuliah
·      Ruang          : menyimpan inforamasi tentang semua ruang kelas.
b.    Menentukan attributes
·      Mahasiswa
1. NIM Mahasiswa            : nomor induk mahasiswa (varchar(15)) PK
2. Nama Mahasiswa           : nama lengkap mahasiswa (varchar(45))
·      Mata kuliah
1.  Kode MK           : kode mata kuliah (varchar(15)) PK
2. Nama MK          : nama mata kuliah (varchar(40))
3.  Jumlah SKS       : jumlah sks mata kuliah (integer)
·      Dosen
1.  NIK Dosen        : nomor induk kepegawaian dosen (varchar(15)) PK
2.  Nama_Dosen     : nama lengkap dosen (varchar(45))
3.  MK yang diampu : Mata kuliah yang diampu dosen (Varchar(20))
·      Ruang
1.  kode_ruang_kelas : identitas kelas seperti gedung, lantai dan nomor ruang (varchar(10)) PK
2. kapasitas_ruang_kelas : jumlah kursi atau kapasitas maksimal yang dapat ditampung (integer).
c.    Menentukan relationship (hubungan) diantara entities tersebut.

Mahasiswa
Mata Kuliah
Dosen
Ruang
Mahasiswa
-
m : n
n : 1
n : 1
Mata Kuliah

-
n : 1
1 : n
Dosen

1 : n
-
1 : 1
Ruang



-

Hubungan
1.    Mahasiswa mengambil mata kuliah
·      Tabel utama : mahasiswa, mata kuliah
·      Tabel kedua : mahasiswa_take_makul
·      Relationship : many to many
·      Attribute : NIM, kode MK (FK NIM, kode MK di mahasiswa_take_makul)
2.    Mahasiswa dibimbing dosen
·      Tabel utama : mahasiswa, dosen
·      Tabel kedua : dosen
·      Relationship : many to one
·      Attribute : NIM, nama (FK NIM, nama di mahasiswa_teach_dosen)
3.    Mata kuliah menempati ruang kelas
·      Tabel utama : MK, ruang
·      Tabe kedua : ruang
·      Relationship : many to one
·      Attribute : nama ruang (FK nama ruang di ruang kelas)
4.    Dosen mengampu mata kuliah
·      Tabel utama : dosen, maku
·      Tabel kedua : makul
·      Relationship : one to many
·      Attribute : nama, kode MK (FK nama, kode MK di dosen_teach_makul)
5.    Dosen menempati ruang kelas
·      Tabel utama : dosen, ruang kelas
·      Tabel kedua : ruang kelas
·      Realtionship : one to one
                        .    Attribute : nama ruang (FK nama ruang di dosen_place_ruang)
d.    Menggambar E-R Diagram manual :


2.  Ambil contoh sembarang database (harus berbeda setiap mahasiswa). Buatlah rancangan ER Diagram manual database tersebut dari tahap 1 sampai 4 dengan keetentuan database mengandung 4 buat entitas.
a.    Menentukan entitas
·      Anggota      : menyimpan semua data pribadi anggota
·      Buku           : menyimpan informasi tentang semua buku
·      Pinjam         : menyimpan informasi tentang semua peminjaman buku
·      Petugas       : menyimpan semua data pribadi petugas
b.   Menentukan attributes
·      Anggota
a. Id­_anggota         : nomor anggotaperpustakaan (integer)PK
b. Nama_anggota   : nama lengkap anggota (varchar(45))
c. Alamat_anggota : alamat lengkap anggota (varchar(225))
·      Buku
a. Kode_buku        : kode buku (integer) PK
b. Judul_buku        : nama buku (varchar(45))
c. Pengarang          : nama pengarang buku (varchar(45))
·      Peminjaman
a. No_peminjaman : nomor peminjaman buku (integer)PK
b. Tgl_pinjam         : tanggal peminjaman buku (date)
c. Tgl_kembali       : tanggal kembali peminjaman buku (date)
 ·      Petugas
a. Id_petugas         : nomor identitas petugas (integer)PK
b. Nama_petugas   : nama lengkap petugas (varchar(45))
c. Alamat_petugas  : alamat lengkap petugas (varchar(255))

c.    Menentukan relationship (hubungan) diantara entities tersebut.

Petugas
Anggota
Buku
Peminjaman
Petugas

1 : n
-
-
Anggota


1 : n
1 : 1
Buku




Peminjaman





Hubungan
1.    Petugas melayani anggota
·      Tabel utama : petugas
·      Tabel kedua : anggota
·      Relationship : one to many
·      Attribute     : Id_petugas (FK Id_petugas di anggota)
2.    Anggota meminjam buku
·      Tabel utama : Anggota
·      Tabel kedua : Buku
·      Relationship : one to many
·      Attribute : Id_anggota (FK Id_anggota di buku)
3.    Anggota melakukan peminjaman
·      Tabel utama : Anggota
·      Tabe kedua : peminjaman
·      Relationship : one to one
·   Attribute : Id_anggota (FK Id_anggota dipeminjaman)

      d.   Menggambar ER Diagram manual

 




 



Jumat, 21 Maret 2014

Membuat Database Menggunakan Ms. Access (Pengenalan Basis Data 1)


LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA
MODUL 1
PENGENALAN BASIS DATA 1



Disusun oleh:
Nama          : Niski Robi Shahar
NIM            : L200120021
Kelas           : B



JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2014


A.  Tujuan
1.    Mahasiswa dapat memahami beberapa jenis database yang banyak digunakan dalam membangun aplikasi.
2.    Mahasiswa dapat memahami MS Accses.

B.  Dasar Teori
Data diperlukan dalam segala hal, baik berupa pengukuran, pencatatan, pengumpulan informasi, maupun pengambilan keputusan semuanya memerlukan data. Dengan kata lain data sangat dibutuhkan karena informasi yang ada akan memberikan arti yang sangat penting baik untuk saat ini maupun untuk akan datang. Sehingga definisi dari data adalah informasi yang mengandung arti.
Database terbentuk dari sekelompok data yang memiliki sifat/jenis sama. Contohnya : data mahasiswa, data dosen, dll. Demikian juga, kumpulan dari data-data mahasiswa, data-data dosen , data-data keuangan dan lainnya dapat dikumpulkan lagi menjadi kelompok besar, misalkan data-data politeknik elektronika. Bahkan dalm perkembangannya data-data tersebut dapat berbentuk berbagai macam data, misalkan dapat berupa program, lembaran-lembaran untuk entry (memasukkan) data, laporan-laporan. Kesemuannya itu dapat dikumpulkan menjadi satu yang disebut database. Untuk menyimpan informasi yang ada dalam database diperlukan table. Salah satu contoh bentuk table adalah sebagai berikut :
Jadi Database secara mudah dapat digambarkan sebagai kumpulan dari tabel-tabel yang saling berelasi dan membentuk suatu tujuan tertentu.
Contoh : Database Akademik, Database Perusahaan, dll.
Berikut ini terminology atau istilah yang dipergunakan dalam Database :
         Database : Sekumpulan data yang saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan.
         Data : fakta-fakta yang dapat disimpan dan mempunyai arti tertentu.
         Tabel : Tempat untuk menyimpan data, tabel terdiri dari field dan record
         Field : disebut juga dengan kolom, yaitu bagian tabel tempat menyimpan sebuah item data.
         Record : disebut juga dengan baris, yaitu satu bagian informasi yang disimpan dalam tabel, misal data seorang mahasiswa akan disimpan dalam satu record yang terdiri dari beberapa kolom/field.

Microsoft Access
DBMS adalah sebuah program yang memiliki fasilitas penyimpanan dan pemanggilan struktur informasi pada sistem komputer. Microsoft Access adalah salah satu dari Relasional Database Management System (DBMS). Database pada Access lebih dari sekedar data. Selain tabel, sebuah file database Access juga berisi bermacam-macam obyek database yang lain diantaranya:
         queri untuk mengorganisasi data,
         forms untuk berinteraksi dengan data pada layar,
         reports untuk mencetak hasil,
         macros & program Visual Basic untuk memperluas fungsionalitas   aplikasi database.

Semua obyek ini disimpan dalam file <filename>.mdb. Untuk menjalankan MS Access, pada Windows klik tombol Start kemudian pilih menu Microsft Acces pada menu yang tersedia dalam windows seperti pada gambar berikut :

Pilih Blank Dekstop Database:

Setelah itu akan muncul lokasi penyimpanan file databasenya, lalu namai database dengan nama “Akademik” kemudia klik create :


Pada tampilan halaman awal MS Access 2013, secara default sudah dibuatkan satu tabel dengan nama table1 dan satu field ID. Untuk menambahkan field-field yang lain bisa dengan cara klik dua kali Add New Field dan menggantinya.
Supaya lebih mudah dalam pembuatan field-fieldnya bisa dengan cara klik kanan pada table1 dan pilih Design View. Pada halaman ini akan ditampilkan field  dan pilihan tipe datanya. 
 A.  Alat dan Bahan
1.    Laptop / PC dengan sistem operasi windows.
2.    Program aplikasi MS Office 2007.
3.    Modul praktikum Sistem Basis Data.

B.  Langkah Kerja
Percobaan 1:
1.    Buka MS Access, klik Start > All Programs > Microsoft Office > Microsoft Access.

2.Pilih blank dektsop database lalu simpan File dengan nama “Akademik”.

3.    Buatlah tabel dengan nama Mhs dan field-field baru dengan tipe data dan ukuran seperti berikut.
·         NIM           :  text(10)
·         NAMA       :  text(30)
·         TEMPAT_LAHIR     : text(20)
·         TANGGAL_LAHIR : Date/Time
·         ALAMAT      : text(50)
·         TELEPHON  : Number(Integer)



4.    Isilah tabel Mhs minimal 10 baris (rekord) dari data teman-teman anda.
 5.    Buatlah Form untuk tabel Mhs.
6.    Isi bebera baris lagi tabel Mhs dengan menggunakan form.

Percobaan 2 :
1.    Buatlah tabel baru dalam database Akademik dengan nama Matkul dan field-field sebagai berikut:
·         KODE        : text(10)
·         MATKUL : text(40)
·         SKS             : Nambel(Integer)
·         SEMESTER : Namber(Integer)
Pilih menu Create > Table. Lalu atur menjadi Design View dan tambahkan field name serta tipe data yang sesuai.
2.    Isilah tabel Matkul minimal matakuliah yang anda ambil pada semester ini.
3.    Buat form untuk tabel Matkul.

A.  Analisa
Setelah melakukan dua percobaan di atas , kita dapat mengetahui komponen yang terdapat dalam Microsoft Access. Pada Microsoft Access terdapat 5 buah objek database yang dapat dibuat yaitu Table, Field, Record, Query, Form, .
a. Tabel adalah kumpulan dari beberapa record dan file.
b. Field adalah atribut yang dimiliki suatu tabel.
c. Record adalah isian data yang dimiliki oleh tabel
d. Query adalah pertanyaan atau permintaan informasi tertentu dari sebuah basisdata yang ditulis dalam  format tertentu.
e. Form adalah sepotong data penting karena ikatan konsep bentuk dengan segala sesuatu yang Anda sudah tahu tentang Windows aplikasi.
Ada beberapa tipe data dalam di ms.access diantaranya text, number, date/time, memo, currency, autonumber, yes/no, OLE object, hyperlink, lookup wizard. dalam tabel harus ada field yang menjadi primary key. Primary key merupakan kunci utama yang membedakan record satu dengan yang lain. Jadi, record-record yang diisikan pada field tidak boleh sama.

B.  Tugas
1.    Jelaskan mengapa dibutuhkan data !
Data diperlukan dalam segala hal, baik berupa pengukuran, pencatatan, pengumpulan informasi, maupun pengambilan keputusan semuanya memerlukan data. Dengan kata lain data sangat dibutuhkan karena informasi yang ada akan memberikan arti yang sangat penting baik untuk saat ini maupun untuk akan datang. Sehingga definisi dari data adalah informasi yang mengandung arti.
2.    Jelaskan manfaat database dan contohnya !
Beberapa manfaat dari database adalah :
a.     Sebagai komponen utama atau penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi.
b.    Menentukan kualitas informasi yaitu cepat, akurat, dan relevan, sehingga infromasi yang disajikan tidak basi. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkanya.
c.     Mengatasi kerangkapan data (redundancy data).
d.    Menghindari terjadinya inkonsistensi data.
e.     Mengatasi kesulitan dalam mengakses data.
f.     Menyusun format yang standar dari sebuah data.
g.    Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user). Sebuah database bisa dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh banyak pengguna (multiuser).
h.    Melakukan perlindungan dan pengamanan data. Setiap data hanya bisa diakses atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi otoritas dengan memberikan login dan password terhadap masing-masing data.
i.      Agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan (view) abstraksi dari data. Hal ini bertujuan menyederhanakan interaksi antara pengguna dengan sistemnya dan database dapat mempresentasikan pandangan yang berbeda kepada para pengguna, programmer dan administratornya.
Contoh : database yang digunakan untuk menampung data mahasiswa dan data dosen  dalam sebuah universitas yang tentunya akan sulit jika dilakukan secara manual.
3.    Untuk menentukan jenis database yang digunakan, apa yang menjadi acuan dalam pemilihan database tersebut?
-         Kecepatan dan Kemudahan
-         Pemakaian Bersama-sama
-         Kontrol data terpusat
-         Menghemat biaya perangkat
-         Keamanan Data
-         Memudahkan dalam pembuatan Aplikasi baru
4.    Jelaskan istilah atau terminology yang digunakan dalam Database (database,table, field, record) 
·      Database: Sekumpulan data yang saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan.
·      Tabel: Merupakan hal yang paling mendasar dalam hal penyimpanan data yang terdiri dari field dan record.
·      Field (medan) menyatakan data terkecil yang memiliki makna. Istilah lain untuk field yaitu elemen data, kolom item, dan atribut.
·      Record (rekaman) menyatakan kumpulan dari sejumlah elemen data yang saling terkait. seseorang menyusun sebuah record. Istilah lain yang juga menyatakan record yaitu tupel dan baris.
5.    Bandingkan perbedaan pengolahan data secara manual dengan mengunakan system database !
Basis data menyediakan fasilitas atau mempermudah dalam menghasilkan informasi yang digunakan oleh pemakai untuk mendukung pengambilan keputusan. Sebelumnya, sistem yang digunakan untuk mengatasi semua permasalahan bisnis, menggunakan pengelolaan data secara tradisional dengan cara menyimpan record-record pada file-file yang terpisah, yang disebut juga sistem pemrosesan file. Dimana masing-masing file diperuntukkan hanya untuk satu program aplikasi saja. Seiring dengan berjalannya waktu, lambat laun sistem pemrosesan file mulai ditinggalkan karena masih bersifat manual, yang kemudian dikembangkanlah sistem pemrosesan dengan pendekatan basis data. Dengan sistem tersebut kekurangan dari ‘Sistem Pemrosesan File’.
6.    Mengapa dibutuhkan DBMS?
 karena dengan basis data suatu aplikasi dapat menyimpan, memproses dan menampilkan informasi – informasi yang  dapat  dimanfaatkan  oleh  user.  Basis  data adalah sebuah kumpulan dari data yang disusun
secara logic dan diatur oleh sekumpulan aturan – aturan, prosedur -  prosedur dan  fungsionalitas – fungsionalitas yang membantu menjamin konsistensi dan  interpretasi  data  tersebut.  Oleh  sebab  itu,  dibutuhkan suatu tool yang dapat digunakan untuk mengelola, menjamin konsistensi dan interpretasi data. Berdasarkan kebutuhan di atas, maka munculah  sebuah  tools yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan  tersebut   yang   bernama   Database  Management  System (DBMS).
7.    Pada percobaan diatas ada beberapa field yang tipe data dan ukurannya berbeda. Jelaskan!
Dalam tabel Mhs, terdapat 6 field yaitu :
1.  nim
2.  nama
3. tempat_lahir
4. tanggal_lahir
5. alamat
6. telepon.
Masing-masing field diatur sesuai tipe data yang dibutuhkan, pada field NIM diatur tipe data text, berarti pada record dapat diisikan data berupa teks huruf, angka, dan simbol-simbol lain. Ukuran tipe data pada field nim diatur sepanjang 10, artinya digit maksimum yang dapat dimasukkan ke dalam record adalah 10 digit. Jika data yang dimasukkan lebih dari 10 digit, maka digit ke-11 dan berikutnya tidak akan terbaca. Untuk pengaturan maksimum defaultnya sendiri adalah sepanjang 255 digit. Kemudian pada field nama, sama-sama diatur tipe data text, namun panjang ukurannya berbeda, yaitu 30, artinya kita dapat memasukkan digit maksimum ke dalam record yaitu sepanjang 30 digit, melebihi 30 data ke-31 dan seterusnya tidak akan terbaca.